×

Dokumentasi


L
Lalu
dikirimkan 49 hari yang lalu (2020-06-23 09:44:46)

Surat cinta buat Bapak Wisnutama, Meteri Pariwisata. Bapak Menteri yang sangat sangat kami hormati, Perkenalkan nama saya Muhammad Iskandar, sy salah satu pramuwisata berlisensi di NTB. Terima kasih atas bantuan sembako (bukan 9 macem) untuk kami anggota HPI NTB, kami sudah tercatan dalam Final list penerima bantuan tersebut dan Alhamdulillah sudah kami terima setelah 3 bulan kami tidak bekerja. kami masih berjuang untuk bisa bertahan di tengah "PANDEMI" ini, karena kami adalah manusia tangguh yg didalam bekerja, kami sudah terdidik dan diharuskan untuk berpikir cepat untuk mencari solusi dalam kodisi yang sangat buruk, dan keterampiln itulah yg kami terapkan selama pandemi ini dan Alhamdulillh kami masih tetap sehat dan siap selalu menjadi garda terdepan untuk menceritakan indahnya negeri ini ke parawisatawan, kami para pemandu wisata di pulau Lombok ini semua sudah LULUS UJIAN NASIONL GEMPA M7.0 DKK (dan kawan kawanya M6.4, M6.9, M6.2) 2018 yang melumpuhkan pariwisata Lombok lebih kurang satu setengah tahun Pak Menteri, saat ini yang sangat kami butuhkan adalah sebuah gebrakan luar bisa, kerja nyata yg luar biasa dari bapak dan jajaran, dengan power, wewenang, dan kedekatan Bapak dengan pemimpin Bangsa ini, tolong bapak perjuangkan supaya semua obyek wisata dibuka kembali, tolong bapak perjuangkan supaya persyaratan terbang dimudahkan, bila perlu tidak harus pake test tesan, supaya mereka mereka yg di kota kota di pulau jawa dan pulau lainnya yang saat ini sudah berada dititik terjenuh, titik terbosan, dan hampir stress karena berbulan bulan mereka hanya berlibur di depan tv, di teras rumah dan terjauh dihalaman rumah, bisa berwisata ke pulau kami PULAU lombok, disini kami menyedikan udara bebas polusi untuk menghilngkan sesak nafas yg disebabkan KEPANIKAN karena kekurangan PIKNIK. Disini kami punya pantai yang sangat banyak dg air yg BENING nan bebas polusi dan sangat cocok dipakai sebagi tempat merenungi nasib, cocok untuk berendam menghilangkan panasnya emosi karena barang barang cicilan sudah disita pihak leasing, dan sangat cocok untuk tempat BERTERIAK atau MENANGIS demi tercapainya tujuan therapy stress dan kami jamin kami akan mendukung dengan teriakan dan tangisan yg lebih kencang dan lebih keras, sejujurnya saat ini kami jg butuh teman untuk menangis bersama. Bapak Menteri yg sangat kami hormati, gerbrakan bapak sangat kami nantikan, buatlah sebuah kebijakan walaupun tidak populer dan akan mendapatkan banyak tentangan bahkan bullyan, tapi sebuah kebijakan dg perjuangan dari bapak akan menyelamatkan jutaan NYAWA, jutaan keluarga yang selama ini menggantungkan hidup dari PARIWISATA. ini beberapa Listnya: 1. Karyawan travel agent incl. Bosnya 2. Karyawan perusahaan penerbngan 3. Karyawan hotel, Villa, bungalow, losmen, guest house incl. Bosnya 4. Karyawan restauran incl. Bosnya 5. Karyawan PO bus pariwisata, driver, co driver, mekanik incl. Bosnya 6. Karyawan tempat hiburan incl. Bosnya 7. Karyawan tranposrtasi mobil wisata kecil (avaza, inova, Elf, Hiace, dll) incl. Bosnya 8. Karyawan toko oleh oleh incl. Bosnya 9. Porter di bandara 10. Sopir taxi, taxi online, driver GOCAR juga terdampak karena tidak ada wisatawan yang berkunjung, ordran mereka turun drastis, nah ini dia pak, GOCAR kan bagian dr gojek, jd bapak bisa bisikin pak nadiem, siapa tau beliau bisa memberikan subsidi biaya perjalanan study tour untuk siswa/i, mahasiswa/i atau bapak ibu guru untuk berkunjung ke pulau kami 11. Kusir cidomo (dokar wisata) di obyek obyek wisata. 12. Karyawan speed boat dan fastboat 13. Pedagang Asongan di obyek wisata dan dimanapun berada 14. Petani kangkung, karena pariwista mati maka konsumsi kangkung turun drastis 15. Peternak ayam (khusus ayam untuk ayam bakar taliwang) 16. Nelayan lobster, saya pernah dipasar ikan ditawari lobster dg hrg 200rb/kg, kasian kan pak..? 17.karyawan boat wisata, glass bottom boat incl. Bosnya 18. Penari dan pelaku kesenian di daerah wisata. 19..karyawan SPBU yg juga mengeluh karena sejak maret lalu tdk ada bus yg beli solar, dan menyebbkan omset SPBU turun drastis mungkin juga berpengaruh pada penghasilan Pertamina, itu kan BUMN, tolonglah bapak colek pak Eric Tohir siapa tau beliu bisa terlibat dalam menyelesaikan masalah pariwisata kita. 20. Karyawan dive shope, diver, masterdive incl. Bosnya 21.Tour Leader beserta keluarganya 22. PRAMUWISATA/tourist guide besrta keluarga. 23. Penerimaan daerah dan negara dr pajak, pajak hotel, pajak restauran dan pajak pajak lainya, saya yakin penermaan daerah atau pusat dr pajak semua aktifitas pariwisata cukup besar, Pak Menteri yg terhormat, Sekiranya bapak tidak keberatan dan punya sisa waktu beberapa detik sebelum bapak tidur, mohon bapak bayangkan sejenak wajah anak anak kami yg menangis karena harus tidur dg perut yg sering berbunyi, berontak karena porsi makan harus dikurangi supaya kami bisa betahan sedikit lebih lama dan kami voba hidup irit seirit iritnya supaya beras yg 10kg fan teri yg 1/4 lg bisa cukup untuk 3 bulan, semoga itu akan menjadi motivasi untuk bapak segera mengeluarkan kebijakan yang akan menyelamatkan kami semua, semua harapan kami untuk bisa segera bekerja kembali kami tumpukan ke bapak menteri. Pak Menteri yg terhormat, 3 bulan sudah lebih dr cukup untuk bertapa, sekarang saatnya bapak menyapa kami dg kabar baik, dg kebijakan yg akan menggerakkan pariwisata kembali, tanpa ada gebrakn dan kebijakan dari bapak, apapun yg kami lakukan tidak akan berdampak signifikan. Bapak Menteri yg terhormat, sy doakan bapak selalu diberi kesehatan dan bisa menjadi dewa penolong bagi jutaan kami. Wassalam. Muhammad Iskandar Anggota DPD HPI NTB No anggota ; 404/DPD/HPI/NTB/X/2003 No Licensi ; 302/G.II/2017 NOTE: Yang mau share, silahkan Yang mau membully, silahkan
AH
Rifa
dikirimkan 49 hari yang lalu (2020-06-23 10:40:31)

Halo terima kasih telah menghubungi Kami!


Wisata merupakan salah satu kebutuhan manusia untuk menjaga kesehatan jiwa yang akan berdampak pada kesehatan jasmani dan rohani bagi masyarakat. Kegiatan wisata dapat dilakukan di dalam gedung/ruangan atau di luar gedung pada lokasi daya tarik wisata alam, budaya, dan hasil buatan manusia. Kepariwisataan juga memiliki aspek ekonomi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dalam kondisi pandemi COVID-19 pembukaan lokasi daya tarik wisata harus berdasarkan ketentuan pemerintah daerah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian corona virus dapat dilihat pada link berikut :


https://covid19.go.id/storage/app/media/Regulasi/KMK%20No.%20HK.01.07-MENKES-382-2020%20ttg%20Protokol%20Kesehatan%20Bagi%20Masyarakat%20di%20Tempat%20dan%20Fasilitas%20Umum%20Dalam%20Rangka%20Pencegahan%20COVID-19.pdf


Demikian yang dapat kami sampaikan.

Terima kasih.

Status:

Close

Dikirimkan sejak: 49 hari yang lalu pada 2020-06-23 09:44:46

Pengirim: Lalu