×

Dokumentasi


IH
Isna Hafizha Ulin Nuha
dikirimkan 95 hari yang lalu (2019-07-13 18:10:16)

Halo, assalamualaikum, salam sejahtera untuk anda, saya dan kita semua. Nama saya Isna Hafizha Ulin Nuha seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi negeri di Malang, dan saat ini saya sedang menjalani masa PKL di salah satu kawasan Taman Nasional di Jawa Timur. Saya mendapati bahwa tiket masuk wisatawan lokal dan mancanegara memanglah tidak sama dan sangat berbeda jauh tarifnya, saya memahami hal tersebut. Namun mohon maaf jika boleh saya tegaskan adalah, bahwa tidak semua tarif tersebut (khususnya) untuk wisatawan mancanegara adalah tarif yg dirasa masih murah bagi mereka. Saya rasa mereka tidak semua menganggapnya begitu. Saya mendapati turis dari Australia hari ini (Sabtu, 13 Juli 2019), saya rasa mereka adalah pasangan suami istri, dan mereka saat ini sedang menjalani proyek mereka, yakni keliling dunia. Sebut saja mereka adalah backpacker. Dan seperti seharusnya kita tahu bahwa bagi backpacker bahwa sebelum bepergian mereka harus menyiapkan biaya perjalanan terlebih dahulu. Bla...bla ...bla ... Dan saya akan masuk ke inti cerita Mereka ingin masuk ke kawasan taman nasional dan bertepatan dengan akhir pekan, dan saya baru tahu bahwa tiket masuk pada akhir pekan naik sangat jauh terutama untuk wisatawan mancanegara. Sebagai seorang backpacker mereka merasa sangat keberatan untuk tarif semahal itu. Apalagi mereka juga harus menyiapkan kebutuhan hidup selama perjalanan. Dan karena mereka tidak dapat membayar tiket tersebut, akhirnya mereka tidak jadi melanjutkan perjalanan. Mereka sudah berusaha untuk bernegosiasi dengan penjaga tiket untuk bisa mendapatkan tarif lebih murah bagi seorang backpacker, tapi apa daya penjaga ticket yg mana mereka hanya seorang pegawai yg bertugas menjaga dan menyetorkan uang sesuai dengan pemasukan, yg mana mereka tidak bisa menurunkan biaya tarif masuk. Bila saya boleh mengusulkan, bisakah tarif untuk seorang backpacker (baik lokal maupun mancanegara) diubah menjadi lebih murah (tarif khusus)?? Tarif tersebut tidak perlu dipajang di selebaran daftar tarif yg dipasang didepan loket masuk (agar semua orang bisa mengaku bahwa dia adalah backpacker), informasi tarif khusus tersebut hanya perlu diberitahukan kepada jajaran pengurus taman nasional khususnya bagi penjaga loket masuk, dan hanya akan diberitahukan kepada backpacker yg masuk jika dirasa bahwa dia memang backpacker, penjaga tiket mungkin bisa menilai apakah dia benar-benar backpacker atau bukan, dan penjaga tiket tersebut yg akan menentukan apakah wisatawan tersebut mendapatkan tarif backpacker atau tidak . Saya menuliskan informasi ini juga bertujuan untuk memberitahu bahwa tidak semua yg dianggap murah itu memang murah bagi sebagian orang, terutama bagi seorang backpacker. Jika boleh memberitahu bahwa menjadi backpacker adalah impian saya sejak dulu dan sampai sekarang tidak pernah berubah. Saya rasa saya memahami raut wajah mereka ketika mereka putar balik dan tidak jadi masuk ke kawasan taman nasional.
AH
aldo
dikirimkan 93 hari yang lalu (2019-07-15 23:32:15)

Terima kasih telah menghubungi Kementerian Pariwisata.


Terima kasih atas saran dan masukan yang anda berikan, berikutnya akan kami teruskan kepada pimpinan agar dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam peningkatan kualitas layanan Pariwisata Indonesia.


Selanjutnya, bila anda telah puas dengan balasan yang disampaikan, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi Survey Kepuasan Layanan Informasi Publik Kementerian Pariwisata yang akan dikirimkan ke alamat email Anda setelah anda menekan tombol tutup.


Salam Pesona Indonesia

Status:

Close

Dikirimkan sejak: 95 hari yang lalu pada 2019-07-13 18:10:16

Pengirim: Isna Hafizha Ulin Nuha