×

Dokumentasi


CM
Chriesmes M Hanas
dikirimkan 72 hari yang lalu (2019-04-09 04:12:41)

PULAU MANADOTUA. MANA ITU JANJI !! ~ Semenjak bulan juni 2017 saya memutuskan untuk merenovasi & membangun kembali sebuah tempat hunian yang berada di pulau Manadotua, tepatnya berada di antara desa Negri & desa Bualo kelurahan Manadotua dua. Pada lokasi tersebut sebelumnya telah berdiri beberapa bangunan cottage yang desain & struktur bangunannya berkonsep nature juga letaknya dipinggiran pantai. Tempat tersebut sebelumnya pernah beroperasi semenjak tahun 2013 dengan memakai nama WOKA LODGE, namun sayangnya bangunan2 yang sudah ada saat itu dalam kondisi rusak parah & tak layak lagi untuk menerima kunjungan para wisatawan lokal maupun mancanegara. Selain sistem pengolahannya yang masih konvensional. Sebelumnya pada bulan Februari di tahun yang sama saat saya meninjau lokasi tersebut, saya mengamati serta melakukan riset sendiri tentang apa yang sudah terdapat pada pulau Manadotua dan tentang apa yang bisa diberikan pulau Manadotua kepada pengunjung secara utuh... sebelum saya memutuskan melakukan investasi. Kesimpulan yang saya dapat adalah, pulau Manadotua memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa yang tidak dimilikki pulau lain dan tidak bisa dibandingkan dengan pulau2 lainnya di Sulawesi Utara. Keunggulan pulau Manadotua ternyata memiliki potensi sumber daya alam yang sangat kaya... bisa menjadikan pulau tersebut sebagai titik baru destinasi pariwisata yg dapat diandalkan. Keunggulannya ialah : 1.Pesisir & pantai Pulau Manadotua yg ditumbuhi hutan Mangrove pada beberapa lokasi sudah menjadi satu bagian area bersama taman laut Bunaken yang terkenal sampai ke manca negara (Bunaken marine park). Bahkan secara jujur, Tanjung kopi yg adalah titik menyelam paling terkenal bila ditarik garis justru lebih dekat dengan daratan pulau Manadotua. 2. Pulau Manadotua memiliki gunung yang diatasnya terdapat hutan lindung dengan satwa 'Kuse' - 'Tarsius' & 'Yaki' yg populasinya harus di jaga & dilestarikan... Yang bisa dikemas menjadi atraksi "wisata berkemah" - "wisata mendaki" atau "wisata satwa" seperti yg dilakukan pd hutan lindung Tangkoko Batuangus Bitung. 3. Pulau Manadotua sudah mempunyai jalan lingkar sepanjang 12,3 km dengan konstruksi pengerasan semen (cor), walaupun terdapat 500 m yang telah rusak akibat longsor. (hrs direvitalisasi) Dengan adanya jalan lingkar ini bisa dibuat "wisata bersepeda". Selain bagi para petani dapat mengangkut hasil pertanian mereka yang terletak pada sisi sebelah barat pulau atau jalur belakang pulau. Berbanding terbalik dengan fasilitas materiil dan prasara penunjang yang ada dipulau Manadotua saat itu sampai sekarang.. 1. Dermaga. Saat ini terdapat empat (4) buah dermaga yang telah dibangun oleh dinas2 terkait dalam hal ini pemerintah, namun ke empat dermaga tersebut tidak memenuhi syarat dan tak layak untuk digunakan bila kondisi air laut sedang surut. Sementara Durasi air laut surut di pulau Manadotua sangat lama, bisa memakan waktu 5 - 6 jam di siang hari begitu jg pada malam harinya. Dengan kondisi dermaga seperti itu, sangatlah tidak mungkin terjadi mobilisasi orang khususnya mendapat kunjungan wisata di saat air laut surut & arus barang tidak dapat dimaksimalkan. Biaya menjadi tinggi, menghambat volume kunjungan wisata. Pertumbuhan perekonomian masyarakat pulau terasa sangat lambat. 2. Air bersih. Khususnya air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat pulau Manadotua saat ini. Terdapat sumber mata air berupa sumur air di kelurahan Manadotua satu. Namun tidak dapat mencukupi kebutuhan -/+2000 jiwa lebih penduduk yang berada di pulau Manadotua. Saat ini 75 % masyarakat pulau Manado tua bergantung & mengkonsumsi air hujan. Disetiap pekarangan rumah penduduk kita dapat melihat sumur2 tampungan air hujan yg sangat besar yg dibuat setiap keluarga. 3. Peningkatan Status Puskesmas. Ketersediaan tenaga medis & obat2an merupakan faktor utama yg harus di perhatikan. Jumlah penduduk pulau Manadotua merupakan ukuran kesiapan tenaga medis & ketersediaan obat2an termasuk fasilitas ruang perawatan. 4. Pendidikan. Sudah saatnya pulau Manadotua mempunyai sekolah tingkat lanjutan atas setaraf SMP - SMK/SMU. Tingkat pendapatan perkapita/bulan masyarakat pulau Manadotua yang rata2 berpenghasilan rendah sebagai profesi nelayan, petani & tukang menjadi sangat berat bila harus meneruskan jenjang pendidikan anak2 mereka ke kota Manado. 5. Revitalisasi Jalan Lingkar. Hasil perikanan & pertanian merupakan sumber pendapatan utama masyarakat pulau Manadotua. Perlunya revitalisasi jalan lingkar pulau juga merupakan kebutuhan masyarakat setempat saat mengangkut hasil pertanian agar tidak bergantung pada angkutan perahu yg berbiaya tinggi & memerlukan waktu lama bila kondisi cuaca buruk. Selanjutnya... Apa hubungannya dengan Woka Eco Resort & dive ? Saya memutuskan untuk tetap berinvestasi pada Woka Lodge dengan membuat beberapa persyaratan bersama pemilik lahan walaupun saya menyadari kendala yang akan terjadi atas apa yang sdh saya sampaikan diatas. Renovasi/menambah bangunan dan saya sebagai operator pengelola selama 7,5 Tahun adalah kesepakatan bersama antara saya & pemilik lahan. Berjalanlah renovasi/membangun kembali Woka lodge terhitung bulan Juni 2017 yg kemudian berganti nama menjadi Woka Eco Resort & Dive. Pada akhir pembangunan resort di awal bulan Desember 2017 saya mendapat kendala soal legalitas Woka eco resort. Beberapa pihak terkait menghubungi saya dan menyampaikan agar Woka eco resort segera menghentikan kegiatan dan termasuk operasionalnya. Dengan besar hati saya terima ultimatum tersebut & segera mengambil tindakan merumahkan 14 orang karyawan, sebagian diantaranya sedang menjalani pelatihan perhotelan dan semuanya telah menerima gaji penuh semenjak di rekrut dari bulan Oktober 2017 ????. Yang saya lakukan selanjutnya... Bulan January 2018 saya mendatangi pihak2 terkait dan melakukan beberapa lobby kepada Balai taman laut & Dinas Pariwisata kota Manado. Singkatnya, pada bulan maret saya mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata kota Manado & Balai Taman Laut Bunaken. Pada beberapa kali kesempatan saat kami duduk bersama, saya sampaikan secara terbuka tentang potensi pulau Manadotua seperti yang tersebut di atas. Puji Syukur kepada Yang Kuasa ! Melalui Kadis Pariwisata kota Manado di sepakati untuk membuat kajian tentang pulau Manadotua dengan melibatkan staf ahli Kementrian Pariwisata yang diwakili Staf ahli Deputi Destinasi Kemenpar RI. Dan dalam waktu yang hampir bersamaan melalui KaBalai Taman Laut Bunaken disepakati juga beberapa hal positif menyangkut beropersinya Woka eco resort di pulau Manadotua. Realisasi kesepakatan tersebut dilakukan pada bulan Maret dengan hasil diterbitkan satu dokumen yang berjudul : " DESAIN STRATEGIS RENCANA AKSI PULAU MANADOTUA " - DSRA PULAU MANADOTUA. Sekaligus pencanangan Pulau Manadotua sebagai Destinasi unggulan pariwisata yang baru kota Manado & Sulawesi Utara. Apa Isi DSRA ? Dalam dokumen DSRA disebutkan Pulau Manadotua sangat memenuhi syarat untuk dijadikan Destinasi baru pariwisata yang mempunyai keunggulan seperti yang saya sebutkan diatas. Woka eco resort adalah Amenitas pertama yang hadir dipulau Manadotua harus bersinergi bersama homestay homestay yang akan dibentuk dan kembangkan oleh Dinas Pariwisata kota Manado. Besarnya dukungan masyarakat pulau Manadotua dengan adanya amenitas terbaharui yang pertama hadir menjadi bagian & dasar penyusunan DSRA... Sebagai Destinasi pariwisata unggulan, pulau Manadotua akan mendapat dukungan dari pemerintah untuk membangun infrastruktur demi menunjang pengembangan pariwisata pulau Manadotua agar siap menjadi pulau yang mandiri, ikut serta berkontribusi menyumbang pendapatan daerah melalui masuknya investasi2 baru dibidang pariwisata. Telah disepakati bersama pada bulan Maret 2018 saat pemaparan hasil yg termuat dlm DSRA, yakni Untuk tahun anggaran 2019 pemerintah akan membangun & membenahi kembali sarana & prasarana infrastruktur yang terdapat di pulau Manadotua seperti : - Revitalisasi Dermaga - Air Bersih - Revitalisasi Jalan Lingkar - Penambahan Tanggul/Talud - Sekolah SMP, SMU/SMK - Lampu Jalan - dll... Dalam beberapa kesempatan dibulan September, November 2018 dan bulan Februari 2019 saya dihubungi beberapa investor yang menyampaikan ketertarikan mereka mau berivestasi ke pulau Manadotua, namun disaat saya undang untuk melakukan survey di beberapa lokasi. kendala yang ditemui adalah terbatasnya fasilitas Dermaga untuk di dekati perahu & sumber air bersih yang minim... Sehingga mereka mengurungkan minat berinvestasi. Saya berharap agar apa yang sudah menjadi komitmen & program pemerintah kota untuk membenahi point2 tersebut diatas di tahun 2019 dapat direalisasikan dengan baik. Hasil musrenbang kelurahan pulau Manadotua Dua tahun 2018 hanya mengeluarkan hasil dibangunnya Talud & revitalisasi 1 dermaga saja. Menurut saya hasil tersebut tdk seharusnya mengikat hanya pd usulan yg diberikan sebatas penambahan tanggul/talud & revitalisasi 1 dermaga saja. Bila mengacu pada kajian2 & sosialisasi yg telah dilakukan yg sudah di tuangkan pd dokumen DSRA PULAU MANADOTUA bln maret 2018. Sementara pada Tupoksi percepatan Pariwisata kota Manado, dinas PUPR Kota Manado telah menyampaikan secara langsung kpd semua tim DSRA saat mempresentasekan bahwa dinas PUPR akan mengakolasikan dana sebesar 300 jt sebagai awal utk membuat master plan pembangunan infrastruktur pulau Manado tua di tahun 2019. Pertanyaan saya adalah, Apakah perbaikan/pengadaan air bersih, revitalisasi jalan lingkar, & lain2nya akan di abaikan dan tidak di masukkan dalam program percepatan pembangunan infrastruktur pada pulau Manadotua utk tahun anggaran 2019 ? Melihat & merujuk pada dokumen DSRA yang dibuat dari hasil kajian staf ahli Kemenpar & Dinas pariwisata kota Manado - Stiepar Manado selama satu minggu berada di pulau Manadotua !!

AH
Virgiani
dikirimkan 72 hari yang lalu (2019-04-09 18:16:05)

Terima kasih telah menghubungi Kementerian Pariwisata.


Mohon maaf Bapak, file lampiran yang dikirimkan tidak dapat kami buka. Mohon kesediaannya untuk mengirimkannya kembali ke email kami di info@kemenpar.go.id atau Bapak dapat bertanya secara langsung melalui telepon ke nomor 021 383 8899 ext. 8899.


Selanjutnya, bila anda telah puas dengan balasan yang disampaikan, kami mohon kesediaan Anda untuk mengisi Survey Kepuasan Layanan Informasi Publik Kementerian Pariwisata yang akan dikirimkan ke alamat email Anda setelah anda menekan tombol tutup.


Salam Pesona Indonesia



Status:

Close

Dikirimkan sejak: 72 hari yang lalu pada 2019-04-09 04:12:41

Pengirim: Chriesmes M Hanas